Peran BUMN dalam program ini bukan sebagai penyalur dana secara langsung, melainkan sebagai sistem pendukung. Erick menyebut bahwa bank-bank Himbara akan menyediakan plafon pembiayaan dan juga memberikan pendampingan manajerial bagi koperasi jika dibutuhkan.

"Kita menjadi supporting system untuk tadi sistem Himbara-nya sebagai plafon, jadi bukan membagi uang hilang. Lalu kita juga akan mendampingi sistem manajemennya bila diperlukan," jelas Erick.

Selain itu, BUMN juga menyiapkan opsi pengalihan agen dalam proses distribusi, termasuk untuk pupuk. Namun, Erick menekankan pentingnya pemetaan yang jelas agar tidak terjadi tumpang tindih di lapangan.

"Saya sudah minta lihat mapping-nya. Jangan sampai nanti di satu daerah ada kendala overlapping, sudah ada agen pupuk yang lain," tegasnya.

Baca Juga: Heboh Rekrutmen Pegawai Koperasi Desa Merah Putih 2025 Dibuka, Begini Penjelasannya