Baca Juga: Kasus COVID-19 Kembali Meningkat, RSUD Kota Kendari Rawat 10 Pasien

“Nah kalau anak terkena diare dan cacingan membuat anak kekurangan cairan, sehingga pertumbuhannya sedikit terhambat karena penyakit ini merupakan penyakit yang bisa berulang dialami anak. Bahkan juga bisa membuat anak malas makan,” tambahnya.

Selain malnutrisi, kurangnya akses air bersih dan sanitasi yang buruk juga menjadi penyebab tingginya angka stunting di Indonesia. Menurut riset Kementerian Kesehatan (Kemkes), dikutip dari genbest.id, stunting yang disebabkan oleh tidak adanya air bersih dan sanitasi buruk mencapai 60 persen, sementara yang dikarenakan gizi buruk hanya 40 persen.

“Kami harap bagaimana kita bisa menjaga lingkungan dengan jangan buang sampah sembarangan, sebisa mungkin ada jamban, penggunaan air bersih, air minum yang higienis, sehingga bisa terhindar dari penyakit diare,” pungkasnya.

Meski menjaga kebersihan lingkungan ini merupakan tugas dari bidang kesehatan, tapi semua pihak harus turut andil dalam mengedukasi dan membina masyarakat agar bisa menjaga lingkungannya.