YOGYAKARTA, TELISIK.ID - Kata muhasabah saat ini semakin dikenal. Dan bahkan banyak orang yang latah menyatakannya, meskipun belum memahami maksudnya. Dan bukan tidak mungkin kesalahpahaman itu terjadi di kalangan umat Islam pada umumnya.

Biasanya, orang memahami konsep muhasabah ini dari penjelasan para mubaligh, khatib atau ustadz mengenai makna QS Al-Hasyr/59: 18, artinya: "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat) dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."

Memang, tidak ada yang salah pada ayat tersebut. Tetapi, tidak jarang orang menjelaskan makna ayat ini dengan penjelasan yang tidak memadai sehingga bisa mengakibatkan adanya kesalahpahaman orang terhadap makna yang seharusnya dari ayat ini.

Karena ayat ini berbicara tentang makna masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang. Juga apa yang telah, sedang dan akan dikerjakan.

Setiap orang tidak akan bisa mengubah masa lalunya, tetapi bisa merenungkan apa yang telah diperbuat dan apa hasilnya. Kalau dia pernah bersalah, saatnya kini dia harus memperbaiki setiap langkahnya untuk kepentingan masa depannya, dengan harapan masa depannya akan lebih cerah daripada masa lalunya.