Pertanyaan terpenting baginya adalah: "Apa yang seharusnya dia kerjakan sekarang ini?"
Dalam khazanah literatur Islam, kata muhasabah dijelaskan sebagai sebuah kata yang mengandung arti yang begitu mendalam. Bila dipahami esensinya, muhasabah identik dengan kata introspeksi diri atas apa yang telah dilakukan oleh siapapun dan apa yang harus diperbaiki demi masa depan yang lebih baik. Utamanya, dalam kehidupan dunia yang fana.
Baca juga: 15 Keutamaan Sedekah di Hari Jumat, Tunggu Apa Lagi?
Bila siapapun berkeinginan untuk menjadi manusia yang beruntung, siapapun harus mengenal dengan sebaik-baiknya seluruh perilaku masa lalunya, untuk dijadikan sebagai pijakan dalam berperilaku saat ini, demi kepentingan masa depannya.
Seperti ucapan orang-orang bijak: wong bejo (manusia yang beruntung) akan selalu melihat masa lalunya, untuk berbuat sesuatu saat ini, demi mempersiapkan dirinya untuk kepentingan masa depannya.
