Setiap pagi sebelum matahari bersinar, ia harus bergegas menyasari setiap jalan yang terdapat tumpukan sampah sebelum mobil pengangkut sampah tiba mendahuluinya.
Biasanya, ia mangkal dan duduk di tepi jalan samping ATM BRI di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Banggoeya, Kecamatan Wua-Wua, Kota Kendari, menuggu sampah bekas yang dibuang masyarakat sekitar.
"Setiap pagi harus datang cepat sebelum mobil pengangkat sampah datang duluan, jadi kalau tiba mobil sampah yang diangkat sudah saya pilih-pilih," kata Samsia, Sabtu (2/11/2023).
Setiap hari, ia berjalan kaki ditemani gerobak arco merahnya itu, untuk menaruh sampah bekas yang telah dipilanya ke dalam karung, lalu didorong gerobak itu sampai ke rumahnya untuk dikumpul lalu ditimbang.
Kondisi terik matahari menjadi saksi perjuangan Samsia, hingga harus berulang kali mengusap keringat menetes membasahi ubun dan pipinya.
