Hal ini menyebabkan penumpang yang sudah berada di kapal harus terjebak lebih lama karena mereka yang menggunakan jasa calo mendapatkan prioritas masuk, sementara penumpang yang seharusnya turun terhambat.

Warga yang berada di pelabuhan juga mengungkapkan rasa khawatir terhadap kinerja petugas pelabuhan yang dianggap tidak sigap dan kurang tegas dalam mengatur situasi.

“Saya sudah beberapa kali ke pelabuhan ini, tapi baru kali ini saya merasakan keributan seperti ini. Petugas pelabuhan seharusnya lebih tegas dalam mengatur siapa yang turun dan siapa yang naik. Jangan sampai ada penumpang yang jadi korban akibat ulah calo,” ujar seorang penumpang yang enggan disebutkan namanya.

Meskipun banyaknya keluhan dari penumpang, pihak pelabuhan hingga saat ini belum memberikan penjelasan resmi terkait masalah ini.

Baca Juga: Terungkap, Korban Pengeroyokan di Pelabuhan Amolengo Seorang Guru