Reski duduk melantai di atas karpet di bagian dek kapal. Sesekali ia bergeser karena para penumpang berlalu lalang.

"Saya lagi cari-cari yang kosong untuk tempat tidur, sa (saya) tunggu sampai kapal jalan dan orang tidak berlalu lalang," tuturnya. 

Hal serupa juga dialami oleh Hikmah, yang meski sudah mendapatkan tiket, tetap merasa kesulitan untuk tidur tenang.

"Saya dapat tiket (gratis), tapi karena jumlah penumpangnya yang sangat banyak, saya tidak bisa tidur nyenyak. Suasananya panas dan sangat sesak," ungkap Hikmah.

Ia mengatakan tidur semalaman di kapal malam menjadi tantangan tersendiri, meski ia berusaha bertahan hingga tiba di tujuan.