KENDARI, TELISIK.ID - Pelabuhan Nusantara Kendari telah lama menjadi sorotan publik terkait keberadaan calo tiket. Beberapa penumpang yang menjadi korban praktik ilegal mengeluhkan keadaan tersebut.
Praktik calo tiket juga kerap kali menjadi kesempatan untuk memanipulasi keadaan, agar dapat meraup untung sebesar-besarnya dari para calon penumpang.
Eka (nama samaran) mengaku dirinya pernah menjadi korban calo tiket, saat dirinya hendak menumpangi kapal cepat atau Fast Boat.
Baca Juga: BKKBN Sulawesi Tenggara Target Angka Stunting Turun 5 Persen Tahun Ini
"Dulu saya pernah pakai calo tiket karena awalnya mereka bilang bayar Rp 200 ribu saja, supaya tidak usah antre, eh tidak lama pas sampai di kapal mereka minta tambah Rp 50 ribu. Saya marah saat itu, tapi saya kasih saja dari pada bertengkar," jelasnya, Kamis (8/6/2023).
