Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tenggara gencar melakukan upaya dalam menurunkan angka stunting. Foto: Facebook BKKBN Sulawesi Tenggara

 

"Tahun 2021 angka stunting Sulawesi Tenggara berada pada posisi 5 besar nasional dengan tingkat penyebaran stunting terbesar. Tahun 2022 menurun sekira 2,5 persen menjadi 27,7 persen dari sebelumnya 30,2 persen. Kini berada di posisi 9 nasional. Kita berharap tahun 2023 ini angka stunting terus berkurang," jelasnya.

Menurutnya, progres tersebut cukup baik namun harus lebih dioptimalkan, Sebab sesuai amanah Presiden bahwa angka stunting di Sulawesi Tenggara harus berada diposisi 14 persen pada tahun 2024. 

Di kesempatan lain, Sekretaris Bappeda, Wa Ode Muslihatun, percaya target tersebut bukanlah hal yang mustahil asalkan kerja keras bersama dari berbagai pihak terus dilakukan.

“Ini tentu bukan hal mustahil, namun butuh sinergi semua pihak untuk mencapai itu. Bahkan kita harus bekerja lebih keras lagi agat target yang diberikan bisa tercapai,“ tegasnya.