JAKARTA, TELISIK.ID - Transformasi digital kian merambah berbagai layanan publik. Kini, pemerintah menyiapkan pemanfaatan kecerdasan buatan untuk membantu memastikan bantuan sosial menjangkau puluhan juta warga yang berhak menerima.
Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) tengah mempersiapkan pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam sistem penyaluran bantuan sosial atau bansos. Program tersebut ditargetkan menjangkau sekitar 50 juta penduduk Indonesia yang tersebar di berbagai daerah.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengatakan penggunaan AI menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat intervensi digital dalam layanan publik, khususnya pada mekanisme distribusi bantuan sosial. Sebelum direncanakan diterapkan secara lebih luas, program tersebut telah melalui tahap uji coba di Banyuwangi, Jawa Timur.
Menurut Meutya, jumlah penerima manfaat yang akan terlibat dalam program tersebut mencapai sekitar 18 juta keluarga. Jika dikonversi berdasarkan jumlah anggota keluarga penerima, angka tersebut setara dengan sekitar 50 juta warga Indonesia.
"Karena angkanya penerimanya itu kurang lebih, 18 juta keluarga atau setara dengan 50 juta, manusia Indonesia," kata Meutya dalam acara Digital Ecosystem Alignment (DEAL) 2026 di Jakarta, seperti dikutip dari CNBC Indonesia, Rabu (24/6/2026).
