Ritno tidak mengetahui secara pasti penyebab rendahnya permintaan beras. Padahal, bicara kualitas dan harga, sangat terjangkau. Belum lagi, menggunakan sistem tunda bayar. Artinya, beras disalurkan lebih dulu, kemudian bulan berikutnya baru dilakukan pembayaran.

"Pelunasannya melalui Bank Sultra, ketika gaji masuk langsung dilakukan penagihan," terangnya.

Baca Juga: Pengacara Alvin Lim Diadukan Jaksa ke Polda Sumatera Utara, Ini Perkaranya

Saat ini, ketersediaan stok beras di gudang Bulog masih stabil. Jumlahnya sekitar kurang lebih 700 ton. Harganya pun tidak mengalami kenaikan yakni Rp 105.000 untuk 10 kg.

Sementara itu Sekda Muna, Eddy Uga mengakui bila ASN yang menerima beras Bulog masih sangat rendah. Karena itu, ia akan memfasilitasi ASN untuk mendapatkan beras Bulog.