Kepala Kemenag Baubau, H. Mansur, mengatakan bahwa salah satu penyebab konflik antarumat beragama adalah ketidakmampuan untuk menerima perbedaan. Ketidaksiapan ini dapat berujung pada konflik identitas.
Mansur juga mengingatkan bahwa kriminalisasi agama bisa melahirkan aliran ekstrem yang berdampak negatif bagi keharmonisan masyarakat.
“Meski kita berbeda agama atau pilihan dalam memilih kepala daerah, jangan sampai perbedaan itu membuat kita terpecah. Kita adalah bangsa yang berdasarkan Bhinneka Tunggal Ika,” kata Mansur.
Kepala Dinas Kominfo Kota Baubau, Andi Hamzah Machmud, juga mengingatkan pentingnya literasi digital di era keterbukaan informasi. Dia menyebut sekitar 80 persen remaja di Kota Baubau aktif menggunakan media sosial, menjadikannya platform yang rawan disalahgunakan.
Penyebaran informasi yang memihak, kata Hamzah, tidak diperbolehkan dan setiap warga harus bijak dalam mengelola informasi.
