KOLAKA UTARA, TELISIK.ID - Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara didemo puluhan massa dari lingkar demokrasi dan mahasiswa Kolaka Utara.
Aksi tersebut dilakukan untuk mempertanyakan tindak lanjut hasil penyidikan dugaan korupsi pematangan lahan bandara senilai Rp 7,7 miliar yang dinilai berjalan lamban.
Menurut koordinator lapangan, Andi Risal, kasus dugaan korupsi tersebut naik ke tahap penyidikan sejak November 2022. Namun, hingga saat ini penanganannya belum ada kejelasan dan terkesan lambat.
"Kami dengar isu yang beredar kasus ini telah dihentikan karena ada dugaan main mata antara kejaksaan dengan pihak-pihak yang terlibat," terangnya, Jumat (3/3/2023).
Kata Risal, dugaan korupsi pembangunan Bandara Kolaka Utara yang berdasarkan audit BPK sekitar Rp 7,7 miliar merupakan perkara koruptor terbesar dalam sejarah Kolaka Utara. Karena itu, ia mendesak Kejari Kolaka Utara fokus menangani kasus itu di banding sibuk mengusik kasus-kasus di desa.
