Penelitian tersebut dilakukan dengan mengamati data kematian dan kesuburan di 21 negara.

Disimpulkan, kematian itu tidak hanya akibat langsung virus corona, tetapi juga dari masalah yang terkait pandemi. Misalnya lockdown, layanan kesehatan yang tidak dapat diakses, dan perawatan kesehatan yang ditunda, pun dianggap sebagai “kematian akibat COVID-19.”

Anak-anak merupakan kelompok yang sangat rentan dari kondisi ini. Anak-anak yang kehilangan pengasuh dalam waktu traumatis lebih rentan mengalami kesehatan mental, penyakit kronis serta penyalahgunaan zat terlarang saat dewasa.

Hal ini menunjukkan perlunya sumber daya proaktif, perawatan dan pengobatan untuk anak-anak ini di seluruh dunia.

Sementara itu dilansir dari grid.id, sebelum pandemi, diperkirakan ada 140 juta anak yatim piatu di seluruh dunia. Anak-anak ini memiliki risiko lebih besar terhadap masalah kesehatan mental, kemiskinan keluarga, dan kekerasan fisik, emosional, dan seksual. Mereka juga lebih mungkin meninggal karena bunuh diri atau mengembangkan penyakit kronis, seperti penyakit jantung, diabetes, kanker, atau stroke.