"Diskusi teman-teman nantinya akan melahirkan rekomendasi buat pemerintah daerah dalam rangka untuk penyusunan program kegiatan di 2024 nantinya. Jadi tolong dimanfaatkan dengan baik forum ini. Sehingga melahirkan rekomendasi yang valid untuk kemudian mensosialisasikan kepada masyarakat dan memberikan contoh pengaplikasiannya," tuturnya.

Sementara itu Wakil Direktur AKKP, Khairudin Isman mengungkapkan, kegiatan-kegiatan penelitian dan sebagainya dari dosen. Ia dulu berharap, ada kegiatan kerja sama antara pemerintah daerah dengan pihak akademisi yang ada di Wakatobi, telah lama diharapkan dan baru ada saat ini.

Karena perguruan tinggi memiliki 3 fungsi utama, yaitu mengajar, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Ia menyebut, penelitian di AKKP berbasis penelitian terapan. Berdasarkan isu-isu yang ada di masyarakat atau lingkungan. Adapun pengabdian seperti melakukan bimbingan atau memberikan pelatihan kepada masyarakat.

Khairudin Isman melanjutkan, salah satu hasil inovasi yang telah dilakukan oleh AKKP yaitu menciptakan pelampung ramah lingkungan dari batok kelapa.

Pada tahun 2018 AKKP melakukan pendampingan terhadap pembudidaya rumput laut di Liya Onemelangka dan sekitarnya. Melihat pembudidaya yang menggunakan pelampung dari botol plastik dan styrofoam. Kemudian mereka menggagas pelampung yang ramah lingkungan salah satunya batok kelapa. Sehingga pembudidaya bisa mengganti jangan lagi menggunakan bahan-bahan yang bisa merusak lingkungan. Wakatobi sebagai pelopor kegiatan ini.