Dari seluruh negara pemilik nuklir, Rusia dan Amerika Serikat menguasai lebih dari 87% total hulu ledak nuklir global. Keduanya memiliki kapasitas destruktif paling besar, menjadikan mereka dua negara dengan peran strategis dalam menjaga maupun mengancam stabilitas dunia.
Rusia tercatat memiliki 5.580 hulu ledak nuklir, sementara Amerika Serikat memiliki 5.044 hulu ledak. Jumlah tersebut mencerminkan dominasi keduanya dalam perlombaan senjata pemusnah massal sejak era Perang Dingin.
Namun dominasi ini bukan satu-satunya yang menjadi sorotan. Negara-negara lain juga memiliki kendali atas senjata nuklir, termasuk di antaranya negara-negara yang sering terlibat dalam konflik regional atau memiliki hubungan diplomatik yang tegang.
Israel menjadi salah satu negara yang memiliki hulu ledak nuklir, meskipun tidak pernah secara resmi mengakui kepemilikannya. Berdasarkan estimasi, Israel memiliki 90 hulu ledak, menjadikannya kekuatan nuklir yang signifikan di kawasan Timur Tengah.
Keberadaan senjata nuklir Israel kerap menjadi isu sensitif, terutama dalam hubungannya dengan Iran. Ketegangan antara kedua negara tersebut meningkat dalam beberapa waktu terakhir, dengan aksi saling serang yang mengundang keprihatinan internasional.
