Korea Utara, meskipun hanya memiliki sekitar 50 hulu ledak, tetap menjadi kekuatan yang diperhitungkan. Program nuklir Pyongyang dikenal tertutup dan agresif, serta kerap mengabaikan resolusi internasional.
Ancaman senjata nuklir yang dulu hanya menjadi topik utama selama Perang Dingin kini kembali menjadi kekhawatiran nyata. Ketika konflik regional meningkat dan diplomasi global menghadapi tantangan, keberadaan senjata pemusnah massal menjadi momok bagi keamanan dunia.
Data menunjukkan bahwa upaya pelucutan senjata nuklir belum membuahkan hasil signifikan. Dengan lebih dari 12 ribu hulu ledak masih aktif, potensi kehancuran global tetap tinggi jika eskalasi konflik tidak segera diredam.
Kondisi geopolitik yang tidak stabil, termasuk konflik di Asia Selatan dan Timur Tengah, memperkuat kekhawatiran dunia akan potensi penggunaan senjata nuklir. Situasi ini menuntut perhatian dan langkah diplomatik yang serius dari berbagai pihak internasional. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
