"Kami hanya butuh data kerusakan dan kronologisnya saja. Kalau soal penyebab sepenuhnya menjadi tanggung jawab polisi, lagian sudah dilakukan olah TKP. Sekarang kita tinggal menanti dan mendukung penuh proses penyelidikannya" tutup Frans.
Baca Juga: Jelang Even Porprov, KONI Buton Tengah Mulai Verifikasi Cabor.
Untuk diketahui, pasca kebakaran pihak SMPN 1 Reok masih menjalankan KBM seperti biasa. Siswa/i masih diperkenankan untuk mengikuti proses KBM di sekolah.
Miranda, salah satu Siswi SMPN 1 Reok mengaku tidak merasa terganggu pasca insiden kebakaran itu. Menurutnya, proses belajar yang ia ikuti seharian masih berjalan lancar seperti biasa.
"Tidak pak, kami tidak merasa terganggu. Saya dan teman-teman belajar seperi biasa. Hanya tadi guru pesan ke kami agar jangan bermain di area garis polisi, apalagi kalau sampai memindahkan puing-puing kebakarannya. Itu saja" ucap cucu mantan guru SMPN 1 Reok ini. (B)
