Pemulangan ini dilaksanakan melalui jalur darat yang menjadi salah satu akses utama warga Afghanistan yang kembali dari negara tetangga. Proses pemindahan berlangsung di titik perbatasan yang selama ini menjadi rute aktivitas migrasi dan repatriasi antara kedua negara.
Sementara itu, 48 warga Afghanistan yang sebelumnya ditahan di Irak selama enam hingga sembilan bulan juga telah kembali ke negara asal.
Baca Juga: Unik: Dokter Prediksi Hanya Bertahan 4 Tahun, Wanita AS Lahir Tanpa Otak Rayakan Ulang Tahun ke-20
Pemulangan mereka dilakukan melalui titik perbatasan Pul-e-Abresham di Provinsi Nimroz, wilayah yang secara geografis menjadi pintu masuk penting bagi warga yang kembali dari negara-negara di kawasan barat.
Kementerian Pengungsi dan Repatriasi menyampaikan bahwa proses pemantauan terhadap warganya di luar negeri terus dilakukan bekerja sama dengan kementerian terkait.
