Hal ini mengingat jumlah masyarakat terkonfirmasi dan menjadi korban jiwa akibat COVID-19 masih terus meningkat sejak kasus pertama terkonfirmasi diumumkan oleh Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020 lalu.
Secara statistik, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat sebanyak 3.181.62 kasus COVID-19 dengan jumlah korban meninggal dunia sebanyak 224.301 jiwa. Di Indonesia sendiri, per 1 Mei 2020, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 menunjukkan jumlah kasus terkonfirmasi sebanyak 10.551 dengan korban meninggal sejumlah 800 jiwa dan sembuh sebanyak 1.591 jiwa.
Dijelaskan Dr Gatot Supangkat, MP, Kepala LP3M UMY, community engagement ini diharapkan dapat menjadi strategi krusial pemerintah untuk melengkapi berbagai kebijakan yang telah diputuskan.
"Baik itu dari pemerintah pusat, kementerian dan lembaga nonkementerian serta pemerintah daerah untuk pencegahan penyebaran, percepatan penanganan, pelayanan maupun untuk mengatasi dampak dari COVID-19," kata Gatot Supangkat, Rabu (6/5/2020).
