Sementara itu, Kepala Perwakilan BI NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja kepada awak media menjelaskan tentang kerugian yang dialami NTT pasca bencana sehingga butuh cepat Instruksi Presiden untuk menangani itu.

Baca juga: Waspada, Gunung Sinabung Kembali Erupsi Setinggi 3.500 Meter

Ia menuturkan bahwa badai seroja memiliki dampak besar dari sisi ekonomi, contohnya pada sektor pertanian, kerusakan lahan padi mencapai 23.517 ha dan 13.960 ha lahan jagung. Atau setara luas panen 325.469 ha padi dan 366.740 ha jagung pada tahun 2021.

"Kalau dipersentasekan, kerusakan padi mencapai 7,23 persen  untuk tahun 2021 dan 12,94 persen untuk triwulan kedua. Sementara untuk jagung mencapai 4,35 persen untuk tahun 2021," ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa ada tambahan kerusakan infrastruktur pertanian seperti bendungan dan irigasi. Tak hanya itu ada sekitar 8.179 anggota kelompok tani yang terdampak bencana.