KENDARI, TELISIK.ID - Pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Kesehatan, terus berupaya mempercepat penanggulangan penyakit Tuberkulosis (TBC) melalui program investigasi kontak pasien.
Program ini dilakukan untuk mengidentifikasi, memeriksa, dan memberikan penanganan medis kepada orang-orang yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC, guna menekan penyebaran penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia.
Kepala bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Kendari, Ellfi, menyatakan bahwa langkah investigasi kontak ini bertujuan untuk mendeteksi kasus TBC laten yang tidak menunjukkan gejala namun dapat berkembang menjadi aktif jika tidak segera diobati.
"Kita mencari orang-orang yang kita anggap tertular dari orang yang sudah terkonfirmasi TBC melalui kegiatan investigasi kontak TBC. Jadi kalau berdasarkan teorinya satu orang yang terkonfirmasi TBC itu bisa menularkan ke 10-20 orang karena cara penularan dapat ditularkan melalui droplet atau air liur dan melalui udara juga bisa bahkan tidak memerlukan waktu atau media khusus," ujarnya, Selasa (1/10/2024).
Ditambahkan, ketika kita berada dekat dengan orang yang sudah terkonfirmasi TBC, berarti kita adalah orang yang paling berisiko untuk tertular TBC. Apalagi pasien ini sudah dinyatakan terkonfirmasi.
