Ketua panitia penyelenggara, Gergirio Evander Pratama mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menghadirkan edukasi kepada para pecinta kopi di Kota Baubau. Lazimnya, cara pembuatan kopi yang diketahui selama ini dengan cara diseduh. Namun melalui event perdana di Kota Baubau ini, panitia menghadirkan konsep proses awal hingga akhir pembuatan kopi. Sehingga para penikmat kopi akan mengetahui asal kopi, proses pembuatan kopi, cara sangrai kopi yang baik hingga menjadi serbuk kopi.
"Nah, para penikmat kopi itu akhirnya bisa tahu asal kopi itu, tidak hanya tahu minum saja," beber Gergirio Evander Pratama.
Kata dia, terpilihnya pelataran masjid Agung Keraton Buton sebagai lokasi event karena dianggap cukup representatif dan strategis. Apalagi para peserta kali ini hanya enam kedai. Keenam kedai tersebut masing-masing, kedai kopi panggilan, Bagas manjawari coffee, Fords coffee clinik, kedai PKL, coffee aja dan graha kopi Baubau.
"Acaranya ini dua hari, 18 dan 19 Januari," paparnya.
Ia berharap, pemerintah Kota Baubau dapat melihat event ini merupakan event yang positif. Event yang bisa menarik wisatawan sehingga bisa menjadi satu destinasi wisata yang berujung pada pengembangan ekonomi kreatif.
