Kegiatan ini diikuti lebih dari 100 SMK yang dihimpun dari total 170 sekolah di Sultra. Tenda-tenda pameran menampilkan beragam inovasi siswa, mulai dari teknologi energi terbarukan, kerajinan kreatif, hingga rekayasa teknik.
Antusiasme juga datang dari pihak industri yang memperbarui kerja sama, membuka peluang kerja langsung, hingga memberikan bantuan fasilitas praktik kepada sejumlah sekolah.
Salah satu titik penting kegiatan tahun ini adalah peluncuran Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang akan memberikan pengakuan kompetensi bagi lulusan maupun siswa tingkat akhir.
Prof Aris menilai keberadaan LSP menjadi penguatan penting agar lulusan SMK dapat bersaing di dunia kerja.
Kemudian pada sisi pameran inovasi, sejumlah produk siswa menarik perhatian pengunjung, antara lain lampu tenaga surya, pot bunga dari ban bekas, tempat sampah inovatif, dan berbagai alat teknik.
