Selain itu, summit ini juga menghadirkan seminar yang menghasilkan sejumlah rekomendasi untuk pengembangan SMK tahun depan, terutama terkait penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan industri.
Pihaknya berencana menjadikan Summit SMK sebagai agenda tahunan dengan cakupan kegiatan yang terus diperluas.
Kepala SMK Negeri 2 Kendari, Ahmad Mustapa, menjelaskan bahwa partisipasi sekolahnya dalam summit ini menjadi wadah untuk menunjukkan kualitas pembelajaran.
Menurutnya, beberapa pengunjung bahkan mulai meminta rancangan biaya untuk produk tertentu.
“Komponen dibeli dari toko, tapi proses merakit dilakukan siswa. Di situlah pembelajaran berlangsung,” jelasnya.
