Sikap Penghinaan Rakyat

Usulan dari kader PDIP dengan bahasa Sarkas dapat dikatakan sebuah wacana dari kedangkalan dirinya dalam berpikir. Politik uang yang ingin dilegalkan malah menunjukkan sikap pesimis kita membangun demokrasi untuk negeri. Malah yang terjadi adalah politisi tersebut menjadi aktor dari wacana kemunduran berdemokrasi di negeri ini.

Usulan ini juga bentuk sikap yang merupakan penghinaan terhadap masyarakat dan juga partai politiknya sekaligus. Masyarakat dianggap memilih karena uang dengan mengabaikan program kerja yang ditawarkan kandidat tersebut.

Padahal penilaian pilihan dari program kerja yang ditawarkan para calon adalah bentuk keyakinan tawaran kandidat itu baik untuk membangun negeri ini lebih baik dan mengupayakan kesejahteraan masyarakat.

Disisi lain, kekhawatiran dirinya yang menyikapi kontestasi Pilkada yang diajukan dan yang menang adalah saudagar (pengusaha). Pernyataan ini sekaligus menjadi fakta miris bahwa partai politik lebih mengedepankan kandidat yang diajukan di Pilkada adalah para pengusaha ketimbang negarawan. Sehingga yang menang adalah para saudagar karena punya uang, sedangkan negarawan dianggap tidak punya maka pasti kalah.