Sehingga pada bulan November 2021 lalu, Layanan Asuransi Kesehatan Nasional Korea Selatan merilis bahwa mereka akan memberikan voucher tunai sebanyak Rp 11,9 juta kepada ibu baru dan Rp 16,7 juta kepada ibu baru yang melahirkan anak kembar.

Voucher tersebut diberikan kepada orang tua sebagai insentif dari beberapa subsidi persalinan dan dapat digunakan sampai akhir tahun 2022.

Sementara itu, mengutip Kompas.com, rendahnya tingkat kelahiran disebabkan oleh milenial di Korea Selatan belum berkeinginan untuk menikah sebab memikirkan kondisi perekonomiannya.

Memiliki utang serta kurangnya perumahan yang terjangkau menjadi salah satu faktor pendorong bagi kaum milenial Korea Selatan enggan untuk berkeluarga.

Baru-baru ini, Sabtu (15/1/2022), muncul perdebatan mengenai para perempuan Korea Selatan memilih untuk child free alias tidak memiliki anak.