KENDARI, TELISIK.ID - Samrah namanya. Perempuan yang usianya tak muda lagi. Hari-harinya dihabiskan di lampu merah untuk menawarkan opaknya kepada pengendara yang sedang menunggu lampu kembali hijau.

Di lampu merah, Jl MT. Haryono, Kota Kendari, tempat Samrah menawarkan opaknya, sejak pagi hingga sebelum masuk waktu magrib.

"Opak," teriaknya dengan nada tidak terlalu lantang.

Baginya sudah biasa. Perantau dari seberang ini sudah empat tahun mengadu nasib dengan berjualan opak. Soal keuntungan, hanya untung-untungan kalau opaknya habis terjual.

"Tadi saya bawa 26 ikat, sudah sore belum setengahnya terjual," akunya.