Oleh: Ima Lawaru
Penulis Novel Savana Asal Wakatobi
DI DERMAGA tua Usuku, nampak seorang wanita muda usia, mengenakan jilbab yang sedikit kusut. Usianya sekitar dua puluhan. Ia berdiri dengan sebuah ember cat bekas ukuran dua puluh liter, berwarna putih kumuh tergores-gores. Yang terletak malas di sampingnya. Di kulit wajahnya yang kencang, dilapisinya dengan bedak murah merek Berastagina.
Wanita muda itu rupanya tidak sendirian. Ia bersama seorang ibu muda, dan tiga puluhan ibu tua lainnya (nampak dari kulit wajah mereka yang sudah keriput, yang juga dilapisi bedak dengan merek yang sama) menunggu di sana. Sambil sesekali di antara mereka terjadi obrolan iseng. Sesekali juga obrolan yang nampak serius dan beberapa orang di antaranya sambil makan dan tertawa lepas.
Di kalangan mereka percakapan yang umumnya terjadi adalah seputar kehidupan rumah tangga mereka, anak-anak yang susah diatur, musim angin yang tak menentu, harga ikan yang tidak stabil, dan gosip-gosip miring yang masih hangat beredar di masyarakat. Hal yang terakhir itulah topik yang biasanya paling seru.
