Jibu-jibu konon berasal dari Bahasa Ambon. Di pulau terpencil Tomia, Kabupaten Wakatobi, di zaman dulu sebelum datangnya para pengungsi Kerusuhan Ambon 1999, orang mengenal penjual ikan dengan istilah papodaga kenta (papodaga=pedagang, kenta=ikan). Setelah datangnya eksodus Ambon 1999, orang lebih sering menggunakan istilah jibu-jibu daripada papodaga kenta.

Di Ambon sendiri orang mengenal dua istilah untuk penjual ikan yaitu papalele dan jibu-jibu. Dengan nama yang hampir seirama, Di Pulau Morotai, Propinsi Maluku Utara, penjual ikan dinamai dibo-dibo. Bagaimana dengan di daerah Anda?

Di Tomia, orang juga mengenal istilah papalele yang ditujukan untuk para pedagang ikan sama halnya dengan istilah jibu-jibu. Namun istilah papalele pada penerapannya ternyata ditujukan pada segala macam penjual pinggiran, seperti: penjual buah, ikan, sayur, dan lain-lain. Beda halnya dengan jibu-jibu yang hanya ditujukan secara khusus untuk penjual ikan saja.

Penjual ikan dengan model menjual sendiri hasil tangkapannya, tidaklah disebut jibu-jibu. Begitu pula seorang istri yang menjual ikan hasil tangkapan suaminya tidaklah disebut jibu-jibu.