Semakin kecil sebuah pulau maka semakin luas lautnya. Semakin luas lautnya, maka semakin dominan masyarakatnya menggantungkan hidup pada sektor kelautan. Begitupun dengan kondisi geografis Kepulauan Wakatobi. Yang sebagian besar terdiri dari perairan laut, yakni sekitar 95,71 %. Sedangkan luas daratannya hanya mencapai 4,29 %. Sehingga masyarakat banyak mencari hidup dari hasil-hasil laut, mulai dari petani agar-agar, petani teripang, nelayan, penambang pasir, penyelam ikan, petani garam, hingga jibu-jibu.
Dari sekian banyak pekerjaan tersebut di atas, jibu-jibulah yang paling dominan. Jumlah mereka cukup banyak terutama (didominasi oleh perempuan), mereka ada di setiap kampung, di jalanan, hadir di setiap sudut pasar, suaranya terdengar lantang di jalanan di kala pagi, siang, sore, hingga malam hari.

Mereka bekerja berburu dengan waktu dan melepas gengsi! Mereka harus cepat menjual ikannya sebelum membusuk! Itu motto utama yang dipegang oleh seorang jibu-jibu jika ingin sukses. Mereka bangun pagi-pagi sekali, bergerak menuju dermaga atau pantai tempat para pelingkar biasanya berlabuh. Berhadapan dengan pelingkar juga bukan perkara mudah.
