Pergelaran ini menghadirkan berbagai kegiatan dan lomba, meliputi seni tari, musik, vokal, teater, perfilman, pameran seni rupa, dan lukisan. Para peserta hadir dari berbagai daerah, antara lain Kota Kendari, Kabupaten Konawe, dan Konawe Selatan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Budaya (Dikbud) Sultra, Mukhtar menjelaskan, kegiatan seni dan budaya menjadi ruang berkreasi sekaligus sarana bagi generasi muda untuk melestarikan budaya daerah yang diwariskan nenek moyang.
"Melalui kegiatan ini, kita ingin anak-anak kita tetap fokus dan berperan aktif dalam memelihara budaya yang telah diwariskan dari nenek moyang kita," jelasnya.
Ia menambahkan, warisan nenek moyang tersebut berkaitan erat dengan Warisan Budaya Takbenda (WBTb). Saat ini, Sulawesi Tenggara memiliki sekitar 3.500 aset WBTb, dan sebanyak 70 di antaranya telah resmi terdaftar serta mendapatkan pengakuan dari Pemerintah Pusat.
"Patut berbangga, karena 70 warisan takbenda Sultra telah masuk dalam daftar WBTb nasional," ujarnya.
