Baca Juga: Puan Maharani sebagai Cawapres

Patut dicatat bahwa, tak semua figur profesional yang bekerja baik memperoleh dukungan elektabilitas, seperti Sri Mulyani, Tito Karnavian, Yaqut Cholil Qoumas, dan Retno Marsudi, nama-nama yang populer tetapi tidak memperoleh respons positif yang tinggi dari masyarakat.  

Figur non-partai bahwa mereka memang populer dan juga didukung elektabilitas yang cukup, tetapi mereka sejatinya tetap butuh partai politik, karena persyaratannya yang berhak mengajukan capres/cawapres adalah dari partai politik maupun gabungan partai politik.

Sehingga mereka yang sukses dan dapat dukungan dari masyarakat, sebenarnya malah bagus bagi iklim politik sebab kompetisinya menjadi sehat antara figur dari kader partai dengan figur dari non-partai.

Jika kita simak dengan sesama bahwa elektabilitas figur non-partai yang malah didukung masyarakat menunjukkan rakyat Indonesia mulai menyadari akan politik, dan ini juga baik untuk menggugah partai politik agar mereformasi diri supaya tidak mempersiapkan figur seorang calon hanya berdasarkan trah keluarga semata, maupun jabatan ketua umum semata. (*)