Permasalahan penyelenggara Pemilu sudah lama menjadi sorotan sejak era reformasi. Kita tak bisa melupakan ujian atas netralitas penyelenggara Pemilu selalu dipertanyakan. Apalagi jika pada akhirnya, orang-orang yang pernah menjadi penyelenggara Pemilu, kemudian bergabung kepada partai politik pemerintah setelah tak lagi menjabat sebagai anggota KPU. Sebut saja, Anas Urbaningrum dan Andi Nurpati, yang keduanya kemudian bergabung ke Partai Demokrat.
Kasus seperti Juri Ardiantoro juga sempat muncul pada 2012 lalu. Ketika itu, Gamawan Fauzi yang menjabat Menteri Dalam Negeri ditunjuk sebagai ketua tim seleksi. Namun, gelombang protes, kritik, terkait kekhawatiran konflik kepentingan, akhirnya mendorong Gamawan mendeklarasikan diri bahwa dia tak memiliki pendapat saat proses seleksi dan tak aktif di proses seleksi.
Ketegasan yang sama, yang juga kini didesak oleh aliansi masyarakat sipil. Pernyataan dari Juri Ardiantoro sebagai ketua tim seleksi bahwa ia tidak ikut mengambil keputusan atau memberikan pendapat, sedang ditunggu. Agar proses seleksi berjalan lancar dan posisi Juri Ardiantoro yang pasif nantinya diharapkan dapat memastikan bahwa tidak akan mengganggu kinerja tim panita seleksi KPU dan Bawaslu.
Ujian netralitas tim seleksi akan terus diawasi dan dikritisi seiring dengan antusias pendaftar sebagai anggota KPU dan Bawaslu. Saat ini, pendaftar sudah meningkat drastis dengan tim seleksi telah menerima 564 pendaftar, yang terdiri dari 325 pendaftar untuk calon anggota KPU dan 239 pendaftar untuk calon anggota Bawaslu.
Oleh sebab itu, wajar jika pemerintah dalam sepuluh hari dapat memberikan jawaban atas desakan dari berbagai LSM tersebut, yang juga adalah representasi dari keraguan masyarakat atas tindakan agresif pemerintah. Dengan harapan bahwa pemerintah melakukan revisi atas Keputusan Presiden Nomor 120/P Tahun 2021 itu, yang kemudian mengeluarkan keputusan presiden yang baru untuk menyesuaikan komposisi tim seleksi dari unsur pemerintah, dengan mengganti satu dari empat orang, itu harapan dari mereka mewakili masyarakat.
