Namun begitu, popularitas, kualitas pemerintah, sedang diuji dari tindakan pemerintah yang terbebani oleh kepentingan partai politiknya sendiri.
Hal yang juga tak bisa dinafikan, Presiden Jokowi terbebani oleh upaya meningkatkan perolehan suara dan kursi PDI Perjuangan pada Pemilu 2024 mendatang, bahkan keterpilihan pasangan calon presiden dan wakil presiden diharapkan tetap dari unsur koalisi PDI Perjuangan.
Oleh sebab itu, semangat “turut campur”yang begitu besar terhadap penyelenggaraan pemilu 2024 mendatang yang ditunjukkan oleh pemerintah, menunjukkan ke depannya penyelenggara Pemilu bukan saja suatu jabatan dari pekerjaan menyelenggarakan Pemilu semata.
Tetapi, tempat pertarungan uji netralitas, kapabilitas, integritas, dan penegakan komitmen keberpihakan kepada nilai-nilai demokrasi dengan mengabaikan berbagai konflik kepentingan yang akan menjadi perangkap bagi calon-calon anggota KPU dan Bawaslu ke depan. (*)
