Menurutnya, jumlah penumpang yang diperoleh setiap hari turut menentukan pendapatan yang didapat sebagai sopir pete-pete.

Salah satu seorang penumpang, Manda (20), mahasiswi Universitas Halu Oleo (UHO), mengaku kurang nyaman dengan cara berkendara Bombom yang terburu-buru.

“Saya merasa kurang nyaman kalau sopir terlalu ngebut dan tiba-tiba mengerem. Apalagi kalau sedang banyak penumpang, saya sebagai salah satu penumpang khawatir,” kata Manda.

Manda berharap, para sopir pete-pete tetap memperhatikan keselamatan penumpang ketika sedang berusaha mendapatkan penumpang.

“Saya berharap sopir tetap memperhatikan keselamatan. Mengejar penumpang memang penting, tetapi keselamatan penumpang juga harus diperhatikan,” ujarnya.