Ceramah tersebut mengajak umat Muslim untuk merefleksikan diri, meningkatkan ibadah, serta mengambil hikmah dari peristiwa-peristiwa bersejarah yang terjadi pada bulan Muharram.
Namun peringatan 1 Muharram 1445 H di Masjid Agung Al-Kautsar Kendari ini dianggap kurang meriah, karena kurangnya parsitipan pada acara tersebut.
Ketua DPRD Sulawesi Tenggara, Abdurrahman Shaleh mengatakan, seharusnya peringatan 1 Muharam yang telah menjadi agenda tahunan ini terus dievaluasi. Pemerintah seharunya hadir untuk mengayomi dan memberikan contoh, sehingga dapat tercipta suasana yang lebih meriah lagi.
"Kita bandingkan, pegawai negeri kita ribuan orang, ada 6 ribuan. Artinya jika diwajibkan dalam fastabikul khairat, harusnya bisa hadir untuk memeriahkan 1 Muharram ini," ujarnya.
Sedangkan Asisten I Bidang Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Setda Sulawesi Tenggara, Suharno menjelaskan, kondisi tersebut dikarenakan kurangnya eksistensi Persatuan Darma Wanita Kendari sebagai pelaksana pada peringatan 1 Muharram yang memiliki skala atau penyebaran informasinya tidak terlalu luas.
