Mantan Sekda Buton ini menambahkan, selama hampir dua tahun terakhir, Ibu Bapak Guru terus berjuang memberikan pendidikan di tengah semua tantangan pandemi.
Guru-guru ditantang untuk memanfaatkan teknologi membuat pembelajaran daring harus menarik bagi semua murid. Sementara di daerah yang sulit akses internet, banyak guru yang menantang risiko dengan mengajar dari rumah ke rumah.
"Dengan hal ini, kami berupaya membantu dan mendukung para pendidik dan tenaga kependidikan dengan menghadirkan beragam paket kebijakan. Kami melaksanakan relaksasi dana BOS sehingga bisa digunakan untuk membayar honor guru non PNS, guru-guru honorer," kata Ridwan.
Ketua KONI Butur ini menyampaikan bahwa Kemendikbudristek telah memberikan Bantuan Subsidi Upah untuk pendidik dan tenaga kependidikan non PNS. Memberikan opsi bagi guru untuk menerapkan kurikulum darurat, yang lebih ramping, lebih sederhana. Membagikan modul pembelajaran di masa khusus untuk membantu pembelajaran di daerah yang sulit akses internet.
"Kami mengembangkan platform Guru Belajar dan Berbagi sehingga para guru dapat saling belajar dari rekan sejawatnya dalam mengembangkan pembelajaran," katanya.
