Lebih lanjut, ia menambahkan, sumber utama sampah plastik berasal dari kemasan makanan/minuman, kantung plastik, perlengkapan dan perabot rumah tangga dan sebagainya.

Baca juga: Nasib Nelayan di Tengah Ganasnya Ombak Laut

Volume yang dapat dikelola, baru pada kisaran 5-7 persen, sisanya terbuang ke lingkungan dan pada akhirnya hanyut ke sungai, pesisir dan laut.

Pemkot melalui DLHK Kendari telah melakukan berbagai upaya untuk memaksimalkan pengelolaan sampah, mulai dari pengangkutan sampai pengurangan sampah, dengan berkoordinasi kelurahan dan kecamatan.

Walaupun upaya ini belum maksimal karena pengelolaan sampah selayaknya melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari rumah tangga, tokoh masyarakat, organisasi dan akademisi.