Baca juga: Mengapa Hari Buruh Internasional Diperingati 1 Mei? Ini Ulasannya

Menurut Humas KRPI, Jarot mengatakan pelajar dan mahasiswa akan ikut bergabung dan berjuang dengan buruh untuk menuntut hak-haknya, sekaligus pengabdiannya pada tri darma perguruan tinggi, yaitu pengabdian pada masyarakat.

Sementara itu, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) yang dipimpin Said Iqbal mengaku, menurunkan sekitar 50 ribu di 27 provinsi.

"Adapun tuntutan yang akan disuarakan kaum buruh dalam May Day ada dua. Pertama, cabut/batalkan Omnibus Law UU Cipta Kerja. Buruh meminta Hakim Mahkamah Konstitusi memenangkan uji formil dan uji materiil yang diajukan buruh. Isu kedua, berlakukan UMSK 2021," kata Said Iqbal dalam keterangan persnya di Jakarta.

Menurut Iqbal, unjuk rasa di masa pandemi COVID-19 akan dilakukan sesuai protokol kesehatan. KSPI menggelar rapid antigen, mewajibkan penggunaan masker, hingga mengatur jarak saat berdemonstrasi.