KENDARI, TELISIK.ID - Isra Mi’raj menjadi salah satu peristiwa paling agung dalam sejarah Islam. Karena dalam peristiwa itu, Nabi Muhammad mendapatkan wahyu tentang pensyariatan salat lima waktu, memperoleh keistimewaan dari Allah untuk melakukan perjalanan mulia bersama Malaikat Jibril, bertemu dengan nabi-nabi terdahulu, melihat surga dan negara, dan juga ‘berjumpa’ dengan Allah.

Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabadikan peristiwa ini di dalam Al-Qur’an:

“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS Al-Isra’:1).

Isra atau sara artinya adalah perjalanan di malam hari. Secara istilah, isra adalah perjalanan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam pada suatu malam dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Palestina.

Mi’raj secara bahasa artinya naik. Secara istilah adalah naiknya Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam ke sidratul muntaha. Dalam Al-Qur’an, mi’raj ini disinggung dalam surat An Najm.