Baca Juga: Mualaf Lokal: Wanita di Kendari Rela Peluk Islam Demi Pernikahan
“Saya pembenci Islam yang sangat-sangat totalitas. Karena bom Bali itu, saya langsung terdoktrin, ‘Oh Islam ini ajarannya radikal, membunuh umat’,” ungkapnya seperti dikutip dari okezone.com, Selasa (21/4/2026).
Hidupnya saat itu penuh pergaulan bebas dan minuman keras, membuatnya sering merasa gelisah dan hampa.
“Banyak yang kemarin masih sempat salat berjamaah, hari ini sudah dipanggil Allah. Kita yang masih diberi waktu patut bersyukur,” katanya mengingatkan jamaah.
Titik Balik, Kebaikan Sedekah dan Salat Berjamaah
