Perubahan dimulai saat berteman dengan Gunar, seorang Muslim. Koh Jeffry sering melihat ibu Gunar memberikan makanan gratis setiap hari kepada pelanggan.
“Koh di Islam itu lho namanya sedekah ya,” jawab sang ibu saat ditanya. Kejadian sederhana ini membuatnya penasaran. Ia juga terkesan melihat Gunar berwudhu dan salat di masjid.
Setelah lulus, ia merantau ke Ambon lalu Lombok. Di sana, ia melihat seorang haji menyediakan air wudhu gratis di rumahnya dekat masjid.
Sikap tanpa pamrih itu semakin membuka hatinya. Akhirnya, pada 2013, Koh Jeffry mengucapkan dua kalimat syahadat.
“Di masjid, saya merasakan ketenangan yang tidak pernah saya rasakan sebelumnya,” katanya, seperti dikutip dari jawapos.com, Selasa (21/4/2026).
