Tidak hanya menolak, ia bahkan sempat berencana kabur ke rumah kakeknya agar bisa tetap menjalankan ibadah di gereja.
“Saya juga udah bilang gitu, saya ikut Opa aja. Gak boleh,” tuturnya seperti dikutip dari Okezone.
Namun, seiring waktu, ia akhirnya mengikuti langkah orang tuanya dan mulai menjalani kehidupan sebagai seorang Muslim. Meskipun awalnya karena keterpaksaan, Aloy mengakui kini ia merasa nyaman dengan keyakinan barunya.
“Terus akhirnya saya enjoy (mualaf), saya tinggalkan (Kristen),” ucapnya dengan nada tenang.
Kisah perjalanan spiritual ini menjadi refleksi menarik tentang perubahan, penerimaan, dan adaptasi dalam keluarga lintas budaya.
