Di sana, seorang profesor mendorongnya untuk audisi drama, dan Ali menemukan terapi dalam akting, terutama setelah kematian ayahnya yang tak sempat melihat penampilannya, dilansir dari people.com, Selasa (25/11/2025).

Ia kemudian melanjutkan ke program MFA di New York University’s Tisch School of the Arts, lulus pada 2000.  

Baca Juga: Kisah Mualaf Kyrie Irving: Bintang NBA yang Berkomitmen pada Keyakinan Baru

Titik balik spiritual terjadi sekitar tahun 2000, saat Ali memeluk Islam dan mengganti nama belakangnya menjadi Ali. Ia menjadi bagian dari komunitas Muslim Ahmadiyya pada 2001. 

Proses konversinya dipengaruhi oleh pencarian spiritual selama kuliah pascasarjana, di mana ia bertemu calon istrinya, Amatus, yang sedang mempertanyakan keyakinan Muslimnya sendiri.