Gerindra dan PKB juga resmi mendeklarasikan berkoalisi menuju Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 2024 mendatang. Pasangan koalisi ini hanya tinggal menunggu nama Calon Wakil Presiden (Cawapres) yang diserahkan kepada Ketua Umum Gerindra dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.

Pasangan koalisi Gerindra-PKB, penalaran sederhana mudah menerkanya, kemungkinan besar akan mengusung masing-masing Ketua Umum partai tersebut sebagai pasangan capres-cawapres. Jika benar, tidak ada yang istimewa dari paket pasangan calon presiden dan wakil presiden yang akan diusung oleh Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya ini.

Pejuang yang Kalah Tiga Kali

Partai-partai politik di Indonesia kecenderungan terbesar terperangkap pada situasi personalisasi. Personalisasi partai ini mengindikasikan kondisi dengan aktor individu politik menjadi lebih utama dibandingkan partai politik atau identitas kolektif lainnya. Ini menunjukkan adanya proses individualisasi yang memengaruhi seluruh proses kerja di dalam partai politik.

Apa dampak dari personalisasi partai? Ketika personalisasi partai terjadi, keadaan yang dihadirkan bahwa pemimpin yang kuat menghasilkan partai yang lemah, sekaligus kondisi yang mengintai adalah memperlemah negara sebagai dampak personalisasi pada partai politik. Kedua dampak ini dalam berbagai riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terjadi di Indonesia.