Kalah sebagai wakil presiden, Prabowo kembali mencoba peruntungan bersama Hatta Rajasa dari Partai Amanat Nasional (PAN), namun ia kalah dari pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK). Tak patah semangat, Prabowo melakukan rematch dengan Jokowi.
Prabowo berpasangan dengan Sandiaga Uno sesama dari Partai Gerindra, yang turut didukung oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS), PAN, dan Partai Demokrat. Lagi, lagi, lagi, dan lagi, Prabowo kalah. Jokowi dan KH Ma’ruf Amin kembali menang. Hingga pada akhirnya, Prabowo bergabung dalam pemerintahan dan menerima tawaran Jokowi menjadi Menteri Pertahanan (nasional.tempo.co, 9 Agustus 2020).
Prabowo memang sosok pejuang. Langkah ia tak pernah terhenti mencoba memperoleh kekuasaan sebagai presiden. Meski kalah berkali-kali, sebagai pejuang, ia harus terus melakukan perjuangan.
Prabowo boleh membusungkan dada, sebab elektabilitas Prabowo masih dalam kategori tiga besar. Tetapi, elektabilitas ketiga besar saat ini tak ada yang masuk kategori carpes premium sebesar minimal 25 persen. Malah, elektabilitas Prabowo juga menurun jika dibandingkan sebelum Pilpres 2019 lalu.
Prabowo juga merasa tak perlu terlalu risau. Ia sekarang menjabat sebagai Menteri Pertahanan. Diharapkan dapat mematahkan keraguan banyak orang terhadap sosok dirinya yang tak pernah menjabat dalam bagian eksekutif pemerintahan.
