Soal menang dalam Pilpres, bagi Gerindra, serasa bukan menjadi faktor dominan hitung-hitungan, apalagi dengan menggunakan analogi pejuang. Toh, sejak 2019 Partai Gerindra sudah menerima “legowo” sebuah sindirian. Partai Gerindra akan terus mengusung Prabowo, meski sampai melawan cucu pertama Jokowi yakni Jan Ethes sekalipun.  

Personalisasi Partai Menyumbat Fungsi Rekrutmen Politik

Personalisasi yang terjadi pada partai politik utamanya Partai Gerindra telah menghambaat proses regenerasi maupun rekrutmen politik bagi kader partai tersebut. Sebenarnya suara berseberangan telah disuarakan langsung oleh Wakil Ketua Umum Partai Gerindra (Fery Joko Yulianto) dengan mengajukan uji materi Pasal 222 UU No. 7 Tahun 2017 mengenai ambang batas pencalonan presiden.

Ia mengungkapkan presidential threshold telah mengurangi atau membatasi hak konstitusional Pemohon untuk memilih (right to vote) dan untuk dipilih (right to be a candidat) dalam Pilpres.  

Pemohon mengajukan dirinya sebagai perseorangan, meski menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Partai Gerindra. Secara tidak langsung, ia juga berharap akan mendapatkan calon alternatif presiden dan wakil presiden, seperti terungkap dipersidangan berdasarkan analisis penulis.