Keputusan Kongres cuma satu Prabowo Subianto sebagai calon presiden, begitu nada-nada mengingatkan rekan Sandiaga Uno. Hal yang juga terungkap Fadli Zon, elite Partai Gerindra ini juga disinyalir berharap Anies Baswedan, sosok Gubernur DKI Jakarta yang diusung oleh partainya sebagai capres.

Berbagai peristiwa ini, turut menimbulkan diskusi public ketika kedua sosok Sandiaga Uno dan Fadli Zon yang tak hadir dengan kedisplinan waktu dalam Rapimnas Partai Gerindra, ditenggarai adanya kekecewaan di internal Partai Gerindra, meski ketidakhadiran keduanya karena tugas negara. 

Prabowo Subianto tidaklah salah diajukan kembali sebagai capres. Melihat elektabilitas dirinya yang masih tiga besar. Tetapi yang sangat disayangkan, kerja partai dalam melakukan fungsi rekrutmen politik tetap dibiarkan tersumbat. Memilih kembali Prabowo Subianto sebagai capres, semakin meneguhkan Partai Gerindra sebagai partai personal. Partai bergantung hanya pada seorang individu.

Akhirnya ditenggarai, kehadiran Partai Gerindra hanya untuk memberikan keuntungan bagi individu, pemimpin seorang.  

Partai terjebak kepada ambisi, yang dibungkus oleh kharisma pemimpin itu. Sehingga, partai tidak mendasarkan pada ideologi dan program.