Sang suami kemudian bergabung dalam tentara kaum quraisy yang memerangi Rasulullah SAW, mertuanya sendiri.
Hingga suatu ketika, tibalah masa perang Badar, Abu al As tertangkap dan menjadi tawanan umat Islam.
Suasana menjadi tegang karena sesungguhnya Abu al As adalah menantu Rasulullah SAW yang menjadi tawanan perang. Dalam suasana tegang seperti itu, kaum kafir quraisy mengirimkan utusan untuk menukar Abu al As dengan tawanan yang lain.
Dengan kesetiaannya, Zainab mengirimkan tebusan berupa kalung hadiah pernikahan dari ibundanya. Zainab rela kehilangan kalung pemberian ibundanya demi menebus sang suami tercinta Abu al As.
Baca juga: Ini Sifat Buruk Bani Israel-Yahudi yang Diabadikan Al-Quran
